Mengelola Keuangan agar Maksimal

Pengelolaan keuangan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan. Mengelola keduanya sangat penting agar hasil jerih payah Anda bekerja bisa dinikmati optimal.

Baik kalangan pekerja maupun pengusaha, biasanya sudah memiliki strategi pengelolaan keuangan jangka panjang. Hal itu diterapkan sejak pertama kali
berpenghasilan sampai masa produktifnya berakhir.

Berikut adalah strategi pengelolaan jangka panjang yang terbagi menjadi 3 bagian.

1. Budgeting
Hal pertama yang harus dilakukan dalam membuat perencanaan keuangan adalah memahami pemasukan dan pengeluaranya tiap bulan. Setelah itu, lakukan budgeting dengan realistis dengan skala prioritas bulanan.

Meski uang tersisa setelah dipotong pengeluaran rutin hanya sedikit, namun bukan berarti Anda tidak melakukan investasi. Start with what we have! Lebih baik memulai investasi lebih cepat dengan jumlah yang sedikit tetapi rutin, daripada menunggu sampai terkumpul banyak. Dengan berinvestasi secara rutin, dapat meminimalkan resiko.

Anda cukup menyisihkan uang sehari Rp5.000 atau Rp10.000. Bahkan untuk bank-bank tertentu, memiliki sistem autoinvest, yaitu pemotongan dana secara berkala dari rekening tabungan.  Cara ini memudahkan investor berinvestasi sekaligus melatih kedisiplinan untuk meminimalisir risiko kerugian jika dilakukan secara jangka panjang.

Cara ini juga cocok bagi Anda yang terbiasa hidup boros. Dana yang sudah ditentukan untuk investasi, bisa didebet secara langsung setiap bulan. Sehingga walaupun uang gajian Anda habis setiap akhir bulan, Anda tetap merasa nyaman bahwa investasi kita sudah terpenuhi.

2. Tujuan Investasi
Setelah memahami pemasukan dan pengeluaran, Anda harus menentukan tujuan perencanaan keuangan. Bisa bertujuan untuk jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek. Biasanya, investasi digunakan untuk mencapai tujuan jangka menengah atau panjang, sementara jangka pendek adalah tabungan atau dana cadangan/darurat. Sebelum jauh berinvestasi jangka panjang, siapkan
dulu dana cadangan. Dana cadangan yang sebaiknya dimiliki ada enam kali dari pengeluaran setiap bulan.

3. Risiko
Investasi tidak terlepas dari risiko. Meski demikian Anda jangan khawatir, ada beberapa langkah untuk mengurangi risiko. Pertama adalah
diversifikasi: Dalam memilih jenis investasi, Anda harus memilih investasi yang memiliki korelasi rendah, atau berbeda pergerakannya. Sehingga saat imbal hasil satu jenis investasi turun, maka akan ditopang investasi lainnya yang sedang naik.

Dalam berinvestasi untuk mendapatkan return yang paling optimal adalah membeli di harga yang termurah dan menjual di harga yang tertinggi. Tetapi tidak ada seseorang pun yang dapat memprediksi dengan pasti kapan harga akan naik atau turun

From :http://www.ciputraentrepreneurship.com/discussion/21818-mengelola-keuangan-agar-maksimal.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s