MAHASISWA SETENGAH DEWA

MAHASISWA SETENGAH DEWA

rutinitas kuliah masih sama seperti bulan-bulan yang sudah terlewati, berulang-ulang tanpa banyak hal yang bisa kuperoleh selain pelajaran tentang management waktu dan bagaimana memperluas relasi saja. memperbanyak teman dan bagaimana menjaga hubungan baik dengan berbagai karakter dari sekian banyak mahasiswa yang ku kenal.

pertengahan semester delapan sudah lewat, ini minggu kedua pasca Evaluasi Tengah Semester, meskipun hanya dua mata kuliah yang tersisa di semester ini, tapi jadwal kuliah masih padat tidak lain kecuali karena sedang mengikuti Praktikum yang meskipun hanya 2 minggu tapi begitu menyita banyak waktu.

sebenarnya sudah begitu bosan aku dengan Praktikum, meskipun hanya mendengar namanya telingaku sudah begitu peka dengan kejenuhan saat mengikutinya.. bagaimana tidak, dalam waktu dua minggu ada 4 modul yang harus diselesaikan dan satu minggu setelahnya ditambah dengan Tugas Akhirnya.. bagiku itu seperti sebuah Pragmatisme sistem belajar yang terlalu dipaksakan.

bayangkan peserta yang paling jago tentang dunia programer saja mengeluh kesulitan dalam waktu sesingkat itu melaksanakan Praktikum. belum lagi ada tugas tambahan ke Dosen. super sekali bukan??

cerita diatas mungkin oleh sebagian mahasiswa yang serius dibangku kuliah dianggap sebagai alasan kegagalan seorang mahasiswa pemalas yang tak mau gigih belajar. namun jika diperhatikan baik-baik hal itu memang benar, saya sendiri juga menyadari bahwa ada sebagian cerita diatas diungkapkan karena ketidak mampuan menerima materi dan praktikum dalam waktu yang relatif singkat tadi..

hal ini bukan tanpa alasan karena memang bisa dipastikan jika seorang mahasiswa khususnya yang malam akan sangat kesulitan menerima materi yang disampaikan jika hari2 dibangku kuliah terasa membosankan karena sudah capek dan fasilitas yang tidak mendukung.

sedikit saya ingin membahas tentang mahasiswa malam di PTS swasta yang kebanyakan gagal mendalami materi kuliah yang disampaikan seorang Dosen.

mungkin ada yang berkata siapa yang suruh anda kuliah malam? jika tahu kondisinya demikian.. oke oke memang itu semua merupakan suatu pilihan, mau kuliah malam kuliah siang ataupun juga kuliah subuh.. hehe

namun ketika diruntut ternyata ada beberapa hal yang melatar belakangi seorang mahasiswa memilih untuk kuliah malam meskipun keadaanya tidak efektif seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. alasan pertama adalah faktor waktu yang terbentur oleh pekerjaan, karena memang dari sekian banyak mahasiswa malam bisa saya katakan 90% diantaranya adalah seorang pekerja siang harinya..  sudah bisa dibayangkan jika kemampuan manusia untuk bisa melakukan aktivitas yang produktif tentu terbatas. kita asumsikan jika pada siang harinya seorang bekerja selama 8 jam, dan kemudian melanjutkan aktivitasnya dengan belajar dikampus pada malamnya kurang lebih 4 jam mulai jam 18.00 sampai pukul 22.00. bisa dibayangkan ketika hal ini berulang-ulang setiap harinya, seberapa efektif sisa-sisa tenaga itu digunakan untuk belajar di kelas yang rata-rata seluruh mahasiswanya mengalami keletihan yang sama..

okelah kita lanjutkan saja pembahasannya, biarlah waktu yang mereka jalani menjadikan keberkahan tersendiri bagi mereka, mahasiswa penghuni kelas malam😀

ada fakta yang menarik dan sekaligus aneh yang ingin saya sampaikan, dalam beberapa percakapan yang saya lakukan ternyata kebanyakan dari mereka hanya berniat setengah hati menjalai kehidupan sebagai mahasiswa.. bagaimana bisa demikian padahal sejak zaman dahulu yang namanya kuliah itu ya metode transfer ilmu agar tiap-tiap mahasiswa dapat memperoleh bekal ilmu yang cukup dan diharapkan dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarganya juga lingkungannya di masa yang akan datang.

saya semakin tergelitik dengan fakta yang sedang berlangsung saat ini.. ketika mereka yang tengah bekerja menyempatkan untuk memperdalam ilmunya di perguruan tinggi namun niatan dalam hatinya hanya separo saja.. apa kira-kira yang melatar belakangi pemikiran mereka sehingga dengan tenang mengatakan kuliahnya hanya setengah hati.

usut punya usut ternyata sebagian besar pemuda kita sudah terbiasa dididik secara pragmatis semenjak kecil, sehingga menjadikan mereka selalu berfikir sempit ketika dihadapkan dengan perkara-perkara yang harusnya bisa disikapi secara dewasa.

mereka yang dari kercil sudah terbiasa dengan peringkat, raport, ijazah dan penghargaan tersendiri jika mendapatkan nilai paling tinggi dikelasnya, sementara menjadi seorang yang paling dijauhi jika mendapat peringkat paling buncit karena dianggap sebagai siswa terbodoh. akhirnya menganggap lebih penting apa yang tertulis dalam raport dan ijasah daripada upgrading karakter dan keahliannya..

percaya atau tidak ini sudah mendarah daging dalam dunia pendidikan kita. dan akan seperti ini terus jika tidak ada perubahan mendasar yang dilakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini..

itu hanya sekilas tentang cara belajar-mengajar yang menurut saya tidaklah tepat jika diadopsi dalam sistem pendidikan di negeri kita, yang efeknya sangat terasa hingga pemuda2 bangsa ini masih terkurung dalam lingkaran setan buah dari sistem pendidikan itu. saya ingin melanjutkan pembahasan di atas agar tidak terlalu melebar, bab pendidikan dasar tadi mungkin bisa kita bahas di kesempatan yang lain.

saya ingin kembali pada pembahasan setengah hatinya mahasiswa malam menjalani kuliahnya, sementara disisi lain biaya kuliah yang harus mereka bayarkan per bulannya juga tidaklah murah.. mereka rela mengeluarkan biaya kuliah dari gaji bulanan yang mereka terima dengan harapan bisa segera lulus kuliah dan bisa memanfaatkan ijazahnya untuk mendapatkan pekerjaan dengan level yang lebih tinggi..

saya pribadi tertawa melihat fakta-fakta seperti ini, sangat disayangkan sebenarnya jika seorang mahasiswa hanya mencari ijazah kelulusannya dari perguruan tinggi hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan tentunya lebih besar salary nya..

bukankah harusnya peran mahasiswa adalah untuk menyumbang pemikiran-pemikirannya dan mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya untuk dapat direalisasikan dalam bentuk partisipasi aktif pembangunan negeri ini. membangun peradaban yang lebih baik agar bangsa ini tidak hanya menjadi objek jajahan negara2 lain lewat ilmu dan pengetahuan yang mampu mereka optimalkan.

mungkin kita sudah ada gambaran kira-kira mengapa itu semua bisa terjadi, kenapa meskipun sudah bertahun2 merdeka masih saja negeri ini belum mampu menjadi negeri yang sejahtera baldatun toyibatun warobbun ghofur. jangankan sejahtera semakin hari nampaknya kehidupan masyarakat malah semakin terpuruk dan terbelakang..

saya hanya ingin sampaikan, dalam kehidupan ini ketika dihadapkan pada dua pilihan antara kebaikan dan keburukan kebanyakan kita akan selalu memilih yang baik, namun tidak jarang kita juga salah memilih.. hanya dengan menganggap itu baik namun malah membawa keburukan bagi diri kita sendiri.

begitu juga dengan suatu kaum atau masyarakat yang tergabung dalam suatu wadah negara.. ketika dihadapkan antara dua pilihan yang baik dan yang buruk pasti masyarakat akan memilih kebaikan walaupun tidak jarang pilihan yang diambil malah membuat kerusakan bagi masyarakat itu, kira-kira ada yang tahu apa sebabnya?

tidak lain itu semua karena dalam menilai kebaikan sungguh apa yang di anggap manusia baik tidak serta merta baik, karena bagi manusia kebaikan itu relatif, bagi satu manusia baik tentu belum tentu baik bagi manusia yang lain. itulah sebabnya perlu ada generalisasi tentang kebaikan yang mana setelahnya tidak akan memunculkan kerusakan ditengah-tengah masyarakat karena kesalahan memilih dan memahami kebenaran tadi.

kalau saya tanya, kira-kira menurut anda siapa yang berhak men-generalisasi kebaikan tadi?, hingga semua yang diambil dan dipilih manusia menjadikan kehidupannya menjadi baik dan mewujudkan kesejahteraan yang sebenarnya. juga agar manusia yang satu dan manusia yang lain merasakan adanya suatu keadilan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

jika saya mengatakan kebenaran yang mutlak adalah milik Allah SWT tentunya tidak akan ada satupun dari kita yang akan menyangkalnya. sebab Dialah yang maha benar, Dialah yang maha mengetahui semua yang terbaik untuk kita, manusia…! oleh sebab itu tidaklah salah ketika semua manusia yang saling berselisih tentang mana yang baik untuk mereka, ada satu kebaikan mutlak yang harusnya mereka ambil dan perjuangkan karena berasal dari sang Pencipta manusia.

Ya sang Pencipta adalah satu-satunya yang paling memahami bagaimana kebaikan yang harus kita kerjakan agar semua aktivitas itu membawa kebaikan yang benar benar baik. bukan hanya anggapan baik namun tetap saja membawa pada sebuah keburukan.

Namun teramat disayangkan ketika kebanyakan diantara kita malah sudah terlampau jauh dari kebaikan yang sudah Pencipta kita turunkan.. hingga rasanya untuk melakukannya malah terlihat sebagai sesuatu yang aneh dan tidak seperti kebanyakan orang.

Padahal jika saja kita mau untuk kembali menggunakan aturan kebaikan yang Allah ajarkan, pastinya kehidupan pribadi kita, masyarakat bahkan negeri ini akan mendapatkan keberkahan karena sudah menerapkan aturan yang membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat yang ada didalamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s