INTERAKSI DENGAN QUR’AN

Kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya. Mereka senantiasa berinteraksi secara intensif dengan Kitab Suci ini di sepanjang kehidupan. Bagi mereka, Alquran adalah wirid (bacaan) harian, ibarat ‘makanan’ yang wajib dikonsumsi setiap hari sehingga ada yang mengkhatamkan bacaan Alquran setiap 10 hari, seminggu sekali, atau tiga hari sekali. Imam Syafi’i bahkan menuntaskan 60 kali bacaan Alquran pada setiap bulan Ramadhan. Tingkat minimal bacaan Alquran para sahabat adalah sebanyak tiga juz sehari, yaitu ketika mereka dalam keadaan semangat beramal menurun.

Komitmen mereka terhadap Alquran terbentuk sedemikian rupa karena keyakinan yang mendalam bahwa kunci kesuksesan, rahasia kemenangan, dan kebahagiaan hidup tersimpan di dalam Kitab Suci tersebut. Untuk menyingkap kunci dan rahasia tersebut tentu saja harus diawali dengan banyak membacanya (QS 29:45; 33:34), baik pada waktu malam maupun siang (ana’allail wa athrafannahar).

Intensitas membaca yang tinggi juga akan sangat memudahkan seseorang dalam menghafal Alquran. Langkah berikutnya adalah memahami bacaan tersebut (QS 3:7) dengan membaca terjemah dan tafsirnya. Selanjutnya, mengimplementasikan ajaran Alquran dalam kehidupan nyata (QS 2:121; 3:31) dengan cara berusaha ‘berkonsultasi’ dengan kitab pedoman hidup itu dalam menghadapi dinamika dan problematika kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s