Banjir Di Jakarta

Yang bisa menghindarkn kita dari lautan banjir, adalah Allah; Pengirim, Pengendali, Pemlik Air Dengan seluruh alirannya. Agaknya kita kudu taubat kali.

segala doa tercurah untuk kita semua, agar terhindar dari bala yang lebih besar, bisa taubat, bisa kembali shalat di masjid, bisa buka Qur’an lagi…

Hanya Allah yang bisa ngehindarin dari bala… & apapun upaya kita, untuk ngejaga bala, Kekuatan Allah di atas segala nya. kapan kita mau bertaubat?

Jangankan Dengan Kekuatan Allah… Berhadapan Dengan Kekuatan Alam saja, Dengan Izin-Nya, udah ngga berdayalah manusia. semua doa tercurah untuk kita semua.

Seluruh cara dicaritau, seluruh rencana dijalankan, untuk menjalankan visi misi negara & kota. saya sungguh kuatir. kita kejauhan. ngga melibatkan Allah.

Allah Pemilik Segal Keselamatan & Bencana. kapan lagi saatnya berdoa minta selamat? Minta dilindungi? Minta dibuat nyaman hidup kita ini.

Kebanyakan ngga bersyukur, kebanyakan ngga ibadah, kebanyakan maksiat juga… Maka semua bala bisa berwujud… Ngeriiii…

Semua doa tercurah untuk kita smua… Agar bisa benar-benar jauh dari maksiat, & ringan ibadah & doa. Allah btl2 melihat kita ini kepayahan.

Segal doa trcurah agar para pemimpin&masyarakatnya mau memilih Allah sebagai The Best Partner buat nyelesaian problem negara, kota&keluarga.

Sgl doa trcurah untuk kita semua agar mau mmilih Cara2 Allah, yang simpel: mengimani-Nya, bribadah&bramal saleh, srta mnjauhi Larangan-Nya.

Segal rencana yang digelar, harusnya selalu ada Allah, & melibatkan Allah. Minimal shalat tepat waktu, di masjid, pada saat rapat nentuin rencana. Tapi?

Qt kebanyakan ngandelin otak, dipikirnya hebat. Padahal udah ada contohnya: Fir’aun & Qorun. Ada di semua Kitab Suci. Andelin Kekuasaan & Kekayaan?

Ayo atuuuuuhhh… Insyaf, insyaf… kapan lagi? Apa nunggu benar-benar tenggelem? Apa nunggu benar-benar kelelep? kayak Fir’aun&Qorun?

Seujung kukunya Fir’aun & Qorun kita ini kata Allah, ngga ada apa2nya. juga dibanding kaumnya para Nabi sebelum Nabi Muhammad shollaa ‘alaih.

Kita ini bisa jadi kaum yang lebih belagu daripada kaum2 para nabi sebelum kita Semua dosa kaum para nabi, ada di kita astaghfirullaah.

Ga cukup Dengan pinter, naklukin negeri ini, kota ini, & nyelesaian semua problemnya. semua problem diri & keluarga. Coba jajal sujud yuk?

Istighfar… Istighfar… Manakala Kitab Suci udah dilecehkan, agama udah ngga dianggap sebagai solusi, Qur’an dianggap kuno & kudu direvisi…

Demi belajar tentang keadaan ummat sebelum Nabi Muhammad, yaa Allah, saya benar-benar ngangkat tangan buat brdoa… Selamatkan kami…

Kelewat pinter otak kita-kita ini… Sehingga begitu hebat berpikir. tapi itu dahi & kepala berat dipake sujud. ngga tawadhu’ lagi dalam berpikir & bertindak.

Kenapa ngga ngundang Yang Punya Negeri? Yang Punya Kota? Yang Punya Diri & Keluarga? Mau sampe kapan? Ayo atuuuuh… masih ada waktu.

Air hujan, sungai, laut, harusnya jadi rahmat & berkah. Segala doa tercurah untuk kita smua. Fabi-ayyi aa-laa-i robbikumaa tukadzdzibaan.

Pada saat kerja & usaha, liat shalat zuhurnya pegimana? Asharnya pegimana? Kalo entar-entaran, ngga berjamaah, apalagi ngga shalat, itu tanda-tanda bakal ancur.

Liat juga kekikiran, kepelitan, kesombongan, maksiat, hura-hura, pesta pora… Itu juga tandaa bakal ancur, atau diancurin.

Korupsi udah ngga keruan, manusia udah ngga ada takutnya ama dia… Ama mereka… & golongannya… Maka Allah yang Turun. Repot dah.

Azab kalo udah turun, ngga cuma kena yang jahat, yang pada bedosa, yang kafir… tapi kena semua. hanya nanti dibangkitkan sesuai amal.

Maafkan tweet saya ini. Nambah beban aja. Mudah-mudahan engga. supaya azab yang lebih besar ngga datang & ngga didatangkan Allah. Salam hormat.

Bila keselip tweet, tlg distalking aja, he he. Soale kebiasaan twitterland: numpuk ama banyak twit. Ntar dikata bisnis mulu. *kalem.

Bersyukur adalah lebih utama. tapi itu jika dibarengi perubahan & perbaikan, diri & ibadah. Kalo ga? Palsu. Salam lagi.

Published by TeamUYM on January 17, 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s