Telkom Komit Pasang Wifi di Sekolah dan Pesawat

Layanan internet di pusat-pusat keramaian memang sudah menjamur. Namun, itu tidak terjadi di institusi pendidikan. Padahal, layanan internet sedikit-banyak diperlukan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi ini, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun tergerak untuk membantu sektor pendidikan nasional agar bisa mendapatkan akses internet.

Arief Yahya, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

“Saya pingin supaya anak-anak Indonesia tidak ketinggalan dengan anak-anak Malaysia. Mereka sedemikan hebat connected, sehingga ketergantungan kita untuk mengakses pengetahuan itu tidak ada lagi,” sebut Arief Yahya, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Niatan baik ini, kata Arief, telah disampaikan kepada Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta. Memang, kalau niatan ini terwujud, tidak serta merta dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Jakarta akan menjadi yang pertama, yakni sebagai pilot project.

Kemungkinan rencana me-wifi-kan institusi pendidikan ini meliputi tingkat perguruan tinggi, SMU, dan SMP. Bahkan, rencana ini bukan hanya sebatas Jakarta saja, tetapi akan meliputi wilayah lain di Indonesia. “Kalau Pak Jokowi berkenan, seluruh Jakarta, saya (pun) berkenan,” tambahnya.

Dijelaskan dia, setiap sekolah mungkin diperlukan sekitar 20 akses poin. Pembayarannya pun tidak dilimpahkan ke sekolah, melainkan ke siswa. Misalnya, jelas Arief, siswa membayar Rp 1.000 untuk berselancar di dunia maya selama di sekolah. “Mungkin sebagian CSR. Ya, untuk yang pertama kali CSR,” lanjut dia.

“(Intinya) Telkom committed membangun wifi di 100 ribu sekolah,” tegas Arief.

Selain peduli terhadap pendidikan, Telkom juga menyatakan kepeduliannya terhadap kondisi penerbangan nasional. Detailnya, ia merasa sedih karena maskapai nasional, Garuda Indonesia, belum terpasang layanan wifi. Padahal, di maskapai asing, layanan wifi sudah tidak asing lagi.

Berangkat dari kondisi itu, Telkom pun telah melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Garuda Indonesia. “Kita harus tahu, Garuda Indonesia adalah national flag carrier kita. Alangkah malunya Dirut Telkom, kalau ada orang asing naik Garuda tidak bisa wifi. Poin saya ini beyond business. Ini adalah national image. Oleh karenanya, Pak Emir (Dirut Garuda Indonesia) bicara harus, saya juga harus,” tutur Arief.

Pemasangan wifi akan dilakukan di armada Garuda yang baru. Paling cepat, pemasangan wifi ini akan terjadi dalam waktu dua tahun. “Most likely international flight,” tandasnya

Menerima Service Computer Panggilan Surabaya www.servicepanggilan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s