0

kau inspirasiku

aku tak tau sejak kapan aku suka menulis.. munkin semenjak aku suka membaca.. tidak bisa dipungkiri bahwa dua aktivitas ini bisa jadi begitu berkaitan jika kita mau mengoptimalkan potensi kita..
tidak mengherankan jika dengan membaca seseorang ingin menulis.. dan dengan mendengarkan seseorang bisa menyampaikan.. karena memang keduanya selalu berkaitan..

tidak terkecuali juga denganku.. sudah hampir 5 tahun lalu aku mengelola website ini.. menulis apa yang ingin kutulis dan mencoba menyampaikan apa yang aku fikirakan dengan tulisan-tulisan yang aku buat. ya semoga saja aku bisa memberi manfaat pada yang lain :D
menulis itu kadang sangat mudah tapi juga tak jarang kita akan begitu kesulitan bahkan untuk memikirkan apa yang akan kita tulis.
Kalau saya bisa katakan salah satu syarat seseorang menulis adalah adanya sesuatu hal yang dapat mengispirasi.. sesuatu yang dapat membuat kita berfikir dan mencurahkan apa yang ingin kita ungkapkan. persis seperti apa yang saat ini saya rasakan..

sudah begitu lama saya tidak menulis di website ini, tapi seketika saya membuka dan membaca satu website saja yang membuat saya terinspirasi saya jadi begitu berkeinginan menulis lagi.. kadang memang tulisan saya berbobot dan bermanfaat.. namun kadang juga hanya sebuah ungkapan hati yang ingin saya tuliskan.. ya semoga saja setelah ini saya bisa menulis sesuatu yang lebih bermanfaat dari pada hanya sebuah curhatan hehehe…
berbicata tentang inspirasi kita bisa mendapatkannya darimana saja asalkan hal itu dapat membuat kita terpicu untuk berfikir dan mengungkapkannya dengan menulis..

bisa dengan membaca artikel orang lain.. bisa dengan menikmati suasana lingkungan yang sejuk, atau bahkan bisa juga saat dalam keadaan macet gerah dan kepanasan dijalan :)
berbicara tentang inspirasi saya sangat terinspirasi dengan sebuah website yang meskipun tulisannya biasa2 saja namun caranya menyampaikan dapat membangkitkan ngeh saya untuk ikut2an menulis seperti yang ia tulis.. tidak tau tulisan saya penting atau bagaimana yang jelas seperti saat ini.. tadi sebelum menulis saya kembali mengunjungi sebuah website yang sudah lama menjadi inspirasi saya untuk menulis juga seperti dia..
semoga saya dapat memetik manfaat dari dia sang penulis yang hanya saya tau didunia maya :)

0

3+4? Tentu 7?!

Berapa 3+4? Tentu 7! Dan tentu semua orang yang pernah sekolah mampu menjawabnya, ini kemampuan yang sangat mendasar yang dipelajari dalam logika Matematika.

Kebenaran itu adalah suatu hal yang dapat dibuktikan, sesuatu hal yang memiliki dasar. Bila dasarnya cukup kuat dan tidak dapat dibantah, maka dengan sendirinya kebenaran itu tidak dapat dibantah.

Namun, walau kita hidup di abad  segala sesuatu yang serba teknologi ini, terkadang kita masih saja tidak bisa menjangkau suatu logika sederhana, yaitu menerima kebenaran. Seringkali kita malah menolak kebenaran, padahal telah jelas bukti dan dasarnya bagi kita.

Kebenaran tidak bisa ditolak, tapi kebenaran bisa dibuat relatif, salah satunya adalah dengan menyerang orang yang menyampaikan kebenaran padanya. Bahasa ilmiahnya ad hominem.

Misalnya,

 

Profesor           : “Dari teori ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa 3+4 = 7”

Murid               : “Berarti 3+4 pasti samadengan 7?”

Profesor           : “Begitulah menurut hukum Matematika”

Murid               : “Anda salah Prof, di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri, Anda saja bercerai, anak Anda saja menderita narkoba, lalu bagaimana Anda bisa memastikan 3+4 = 7?”

Orang bijak selalu mencari kebenaran baginya dalam sebuah nasihat, sementara orang yang pandir selalu menyalahkan orang yang menasihatinya. Padahal kebenaran tidak akan berubah sepandai apapun dia mengelak dan seburuk apapun celaannya pada penasihat. Nasihat yang benar tetap berharga siapapun yang menyampaikannya. Sebagaimana permata tetap berharga walau datang dari seorang penjahat.

Kebenaran juga bisa dikaburkan dengan mengalihkan pembahasan dari pembahasan yang sebenarnya

 

Profesor           : “Dari teori ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa 3+4 = 7”

Murid               : “Berarti 3+4 pasti samadengan 7?”

Profesor           : “Begitulah menurut hukum Matematika”

Murid               : “Anda salah Prof, 3+4 tidak selalu samadengan 7, bila 3+4 lalu dikurangi 2 jadinya malah 5, malahan 7 juga bisa didapat dari 9 dikurangi 2.

Orang pandir selalu mencari alasan untuk mendebat, karena yang mereka inginkan bukanlah kebenaran tapi mendebat kebenaran. Mereka sulit menjalani kebenaran, lalu megalihkan kebenaran itu menjadi sesuatu yang relatif yang tampaknya masuk akal. Padahal apa yang disampaikan tidak ada hubungan sama sekali dengan pembahasan.

Pernah mendengar ungkapan semisal diatas?

 

Ustadz             : “Alhamdulillah, dari QS 24:31 dan QS 33:59 kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah mewajibkan hijab bagi setiap Muslimah dan telah memberikan ketentuan bagaimana hijab yang syar’i dalam kedua ayat ini”

Liberalis           : “Berarti dalam Islam Muslimah berhijab itu wajib?”

Ustadz             : “Begitulah menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits”

Liberalis           : “Anda salah Tadz, itu kan penafsiran Anda? Belum tentu yang lain memiliki penafsiran seperti itu, itu kan hanya budaya orang-orang Arab saja. Kalau begitu anda terlalu men-judge orang lain, apa bedanya Anda dengan Hitler kalau begitu? Lagipula orangtua Anda juga masih Non-Muslim, seharusnya Anda dakwah dulu sama mereka, bukan sama orang-orang Muslim. Bahasa Arab saja baru belajar, sudah sok mendakwahi orang!”

Atau yang begini,

 

Ustadz             : “Alhamdulillah, dari QS 24:31 dan QS 33:59 kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah mewajibkan hijab bagi setiap Muslimah, hijab itu adalah ketaatan, dan setiap ketaatan adalah baik”

Liberalis           : “Berarti Muslimah berhijab itu pasti baik?”

Ustadz             : “Begitulah menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits”

Liberalis           : “Anda salah Tadz, belum tentu orang yang berhijab itu lebih baik daripada yang tidak berhijab. Saya kemarin melihat ada orang yang berhijab tapi justru lisannya kasar dan kotor, sebaliknya ada orang yang tidak berhijab tapi sopan dan sedekahnya banyak. Anda terlalu men-judge! Kebaikan bukan ditentukan oleh pakaian, tapi lebih dari hati, nggak perlu berlebihan dalam segala sesuatu, Allah tidak suka yang berlebih-lebihan”

Lihat alasan-alasan semisal ini, lalu renungkanlah firman Allah Swt.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS Al-An’am [6]: 112)

Syaitan itu sifat yang bisa mewujud pada jin ataupun manusia. Bisikan-bisikan syaitan memang indah, terkadang berdalil pula atas nama Allah, namun semua keindahan itu adalah tipuan palsu nan menyesatkan, karena pada ujung dari bisikan-bisikan itu, mereka ingin mengajak manusia untuk mengerjakan perbuatan yang keji dan munkar.

Tidakkah kita belajar dari Adam dan Hawa tatkala ditipu syaitan? Syaitan berkata ingin menasihati keduanya, seolah-olah menginginkan kebaikan pada keduanya, seolah-olah dia adalah hamba Allah yang memberi bisikan kebaikan, padahal tidak sama sekali.

 

Padahal Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul-Nya untuk menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun syaitan mengelabui seolah-olah perbuatan buruk itu seperti terlihat baik, sehingga manusia bukan lagi mengikuti petunjuk dari Allah, namun malah menjadikan bisikan syaitan sebagai penentu.

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS An-Nahl [16]: 63)

 

Bila syaitan sudah tidak mampu lagi menipu manusia dengan penyesatan dan penipuan seperti dua cara yang mereka lakukan diatas, maka mereka akan mencoba cara yang ketiga, yaitu menakut-nakuti dengan sesuatu yang belum pasti. Terutama dengan harta dan anak.

“Lihat saja para ustadz dan para ustadzah, semua dari mereka miskin-miskin. Itu yang terjadi kalau kamu terlalu dalam mempelajari ilmu agama, fanatik dengan hijabmu. Hijab tidak bisa memberimu makan, taat tidak bisa membuatmu kenyang!”

Padahal yang kita cari di kehidupan ini ada ridha Allah Swt, dan ridha Allah bisa didapatkan baik oleh orang yang kaya ataupun yang miskin selama mereka menaati Allah Swt. Rasulullah saw malah memilih hidup menjadi seorang yang miskin walaupun beliau sangat mungkin menjadi kaya-raya. Lebih daripada itu, kehidupan bukan hanya di dunia bagi yang meyakininya, dunia ini hanya persiapan untuk kehidupan yang panjang setelahnya. Jadi letak pembahasannya bukan kaya atau miskin namun taat atau tidak taat.

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 268)

“Kalau kamu berhijab, lantas bagaimana dengan pekerjaanmu nanti? Kantormu tidak akan mentolerir simbol-simbol Islam, dan kamu harus ingat bahwa kamu punya anak dan keluarga yang harus diberi makan. Allah pasti mengerti kok, Allah pasti memaklumi!

Padahal dalam keimanan kita sudah jelas bahwa Allah-lah yang memberikan rezeki kepada setiap manusia, hewan, bahkan semua yang ada di dunia ini, bukan manusia. Namun syaitan menakut-nakuti manusia dengan kesusahan-kesusahan di dunia yang belum pasti terjadi, dan membuat maksiat di dunia menjadi aman, dan kesengsaraan akhirat terasa ringan. Syaitan juga merinci janji-janji yang bukan datang dari Allah, mengatakan perkataan yang tidak ada dalilnya, mengadakan kebohongan kepada Allah, seolah-olah Allah mentolerir kemaksiatan hamba-Nya.

Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS Al-Israa [17]: 64)

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS Ali Imraan [3]:  175)

Padahal pada setiap insan beriman yang meyakini Allah dan janji-Nya untuk menolong kaum Muslim. Maka Allah mewajibkan diri-Nya menolong orang-orang yang beriman.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS Ar-Ruum [30]: 47)

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS Fathir [35]: 5)

Hal seperti ini ramai kita temukan dalam alasan-alasan seseorang yang enggan menetapi kebenaran. Tapi yakinlah bahwa alasan semisal ini hanya ada di dunia, dan tidak akan terpakai di hadapan Allah Swt.

Bagi saya, kebenaran Islam itu sama seperti 3+4 = 7. Memiliki bukti dan dasar yang sangat kuat yang tidak bisa tergoyahkan. Karenanya apapun yang tertulis di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits pastilah suatu kebenaran yang tak hilang kebenarannya walau banyak yang mendebat.

Khususnya bagi Muslimah yang sedang berusaha menetapi jalan Allah Swt dengan ketaatan-ketaatan mereka, halangan dan alasan pasti silih berganti dan bisikan syaitan pasti membanjiri dada. Namun berfikirlah jernih, alasan tidak bisa menghilangkan kebenaran yang ada.

Berhijab dan berdakwah itu wajib, Allah yang menjaminnya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jangan sampai karena manusia kita meninggalkannya, apalagi kita sekarang memahami bahwa syaitan tidak ada kuasa sama sekali, melainkan Allah yang Maha Kuasa.

Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (QS An-Nahl [16]: 98-100)

audzubillahi minasysyaithani rajiim

3+4=7.

akhukum, @felixsiauw

0

ه___________بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ__________ه

.

Bismillah…
ku awali dengan menyebut nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Penyayang..
Tiada lain yang patut diperTuhankan juga disembah kecuali Dia, yang senantiasa menyambung satu nikmat atas nikmat lain kepada sekalian mahluk yang Ia ciptakan.

Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam, yang menganugerahkan kita fikiran untuk digunakan berfikir. memikirkan keagungan penciptaanNya agar kita mendapatkan keimanan dengan sebenar-benarnya iman.

Sholawat dan Salam atas Muhammad Saw, keluarganya, sahabatnya serta untuk seluruh pengikutnya. Dialah seorang pemuda yang Jujur, Amanah dan senantiasa mencontohkan Akhlak terpuji kepada kita, ummatnya. Yang di turunkan tidak lain hanyalah untuk menyampaikan Ad Diin Al Islam. satu-satunya Agama yang menjadi rahmatan lil ‘alamiin . menjadi penerang dalam kegelapan zaman kebodohan (jahiliyah). Mengembalikan aqidah manusia hanya untuk menyembah kepada Allah semata, tiada lagi selainNya. Menerapkan Aturan-aturan dari Allah dan senantiasa menyeru untuk saling tolong menolong dalam kebenaran dan mencegah manusia pada kemungkaran.

Ikhwanٍ fillah.. Rasulullah Saw merupakan satu-satunya sosok yang patut untuk menjadi panutan kita dalam menjalani kehidupan. Firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 21 :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.
Allah SWT sudah menjelaskan tentang sosok suri tauladan yang baik bagi kita, ya dialah Muhammad yang semasa hidupnya digunakan untuk memperbaiki akhlak manusia dengan membawa ajaran mulia dari sisi Allah yakni Agama Islam.

Kemudian disinilah satu pelajaran yang harus bisa kita telaah, dimana dalam kehidupan harus senantiasa memberikan contoh prilaku yang baik. sama seperti Rasulullah kita pun harusnya selalu mengabdikan diri kepada Allah. Tidak lain adalah adalah Berdakwah, menyeru ummat kepada kebaikan serta sekuat tenaga mencegah terjadinya suatu kemunkaran. menyeru kepada manusia sepenuhnya taat pada aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah kepada manusia.

Tujuannya tidak lain adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan sepenuhnya, juga agar tidak hanya kita yang mengakui Muhammad adalah Rasulullah, tapi Beliau juga mengakui kita sebagai ummatnya. Hingga tiadalah terhenti nafas kita oleh kematian, kecuali Sahid dijalanNya dan menggenggam erat Ad Diin Al Islam.

wallahu a’lam bish-showab.